Seorang Pria Tewas Tenggelam Di Ranu Klakah Diduga Epilepsi Kambuh Saat Menjaring Ikan
Lumajang (Tirtanetwork.com) – Peristiwa tragis kembali terjadi di kawasan perairan Lumajang. Seorang pria bernama Hasan (33), warga asal Desa Papringan yang tinggal di Desa Sruni, Kecamatan Klakah, ditemukan tewas tenggelam di Danau Ranu Klakah, Minggu (6/7/2025) sekitar pukul 11.45 WIB.
Hasan diketahui tengah menjaring ikan menggunakan rakit bambu di tengah danau saat insiden tersebut terjadi. Kapolsek Klakah, AKP Rudi Isyanto, membenarkan kejadian itu dan menyebut korban diduga terpeleset dan tercebur ke danau karena tangannya tersangkut jaring saat hendak dilempar.
“Korban kesehariannya memang mencari ikan di Ranu Klakah. Saat sedang menjaring ikan, tangannya tersangkut pada jaring yang dilempar, sehingga ia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke air,” ungkap AKP Rudi saat dikonfirmasi media.
Lebih lanjut, keluarga korban mengungkapkan bahwa Hasan memiliki riwayat penyakit epilepsi (ayan). Polisi menduga penyakit tersebut kambuh saat korban berada di dalam air, yang menyebabkan ia tidak mampu berenang ataupun meminta bantuan.
“Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban mengidap epilepsi. Besar kemungkinan penyakit itu kambuh sesaat setelah korban tercebur, sehingga ia tak bisa menyelamatkan diri,” tambahnya.
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari aparat kepolisian, relawan, dan warga sekitar, segera melakukan pencarian. Tak berselang lama, jenazah korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tidak jauh dari lokasi awal korban tercebur.
Insiden ini menambah daftar panjang korban tenggelam di kawasan perairan terbuka. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, terutama nelayan, agar lebih waspada dan memperhatikan kondisi kesehatan sebelum turun ke perairan.
“Keselamatan adalah hal utama. Kami mengimbau agar para warga memperhatikan kondisi fisik sebelum menjaring ikan, apalagi jika memiliki riwayat penyakit tertentu,” pesan AKP Rudi.
Jenazah Hasan telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Suasana duka menyelimuti rumah duka di Desa Sruni, tempat korban tinggal bersama istri dan keluarganya. (febri)

