Meriahkan HUT ke-80 RI, Warga Randutatah Gelar Festival Rangkarang Lomba Seru Berburu Kerang di Pantai
Lumajang (Tirtanetwork.com) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, warga pesisir Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, menggelar tradisi unik bertajuk Festival Rangkarang pada Jumat (8/8/2025). Lomba mencari kerang di tepian laut ini berhasil menyedot ratusan peserta dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Acara ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga upaya menjaga dan melestarikan budaya lokal yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Randutatah. Festival dibuka secara simbolis dengan pelepasan puluhan ekor burung merpati, yang menandai dimulainya perlombaan.
Begitu tanda dimulai, para peserta yang sudah menyiapkan wadah seperti timba dan kantong plastik langsung bergegas menuju pantai yang sedang surut. Mereka menggali pasir dengan tangan kosong untuk menemukan kerang yang tersebar di sepanjang bibir pantai. Perlombaan berlangsung selama satu jam, dan setiap 1 kilogram kerang yang berhasil dikumpulkan akan ditukar dengan satu kupon undian hadiah.
Hadiah utama yang disiapkan panitia adalah satu unit sepeda listrik, disusul beragam hadiah menarik lainnya. Antusiasme peserta terlihat jelas, salah satunya dari Lailatul Karomah. Ia mengaku senang dapat mengikuti lomba bersama keluarga.
“Suasananya seru dan ramai, apalagi dilakukan bersama keluarga dan warga. Ditambah ada hadiah, jadi makin semangat,” ujarnya.
Ketua Panitia Festival Rangkarang, Sukhran Sabar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian lomba agustusan yang akan berlangsung hingga 31 Agustus 2025. Tradisi mencari kerang di pantai sebenarnya sudah menjadi kebiasaan masyarakat setempat, terutama saat air laut surut pada pagi atau sore hari.
“Biasanya kerang yang didapat dimasak untuk dimakan atau dijual. Lewat festival ini, kami ingin mengajak warga semakin peduli pada lingkungan sekaligus memperkenalkan potensi alam Desa Randutatah yang kaya hasil laut dan indah pemandangannya,” terangnya.
Melihat besarnya minat warga, panitia berencana menjadikan Festival Rangkarang sebagai agenda tahunan, tidak hanya untuk warga lokal tetapi juga pengunjung dari luar desa. (qq)

