May Day 2026 Probolinggo: Kolaborasi Buruh-Pemda Menguat, K-Sarbumusi Ajukan 8 Tuntutan Strategis
Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kabupaten Probolinggo berlangsung sederhana, namun penuh pesan kuat tentang kolaborasi. Kali ini, serikat pekerja tidak hanya menyuarakan aspirasi, tetapi juga mempertegas posisi sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Sejak pagi, suasana di Alun-alun Kraksaan terlihat hidup. Gabungan serikat pekerja bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kalangan pengusaha berkumpul dalam satu ruang dialog. Kegiatan diawali dengan senam bersama di depan rumah dinas bupati, kemudian dilanjutkan tasyakuran serta serap aspirasi di Paseban Alun-alun.
Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, menegaskan bahwa gerakan buruh bukan ancaman. Sebaliknya, ia mendorong agar serikat pekerja terus menjadi pengingat bagi pemerintah dalam menjaga kesejahteraan tenaga kerja.
Menurutnya, seluruh pihak yang hadir memiliki tujuan yang sama. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memastikan para pekerja mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan berkeadilan.
“Atas nama pemerintah daerah, saya menitipkan nasib dan perjuangan para buruh kepada teman-teman serikat semuanya. Saya berharap keberadaan serikat buruh ini bukanlah sesuatu yang ditakuti, tetapi menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus memperhatikan kesejahteraan pekerja dengan cara yang baik,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkab Probolinggo telah mengambil sejumlah langkah konkret. Di antaranya melalui penyesuaian Upah Minimum Kabupaten (UMK) serta kebijakan yang memprioritaskan tenaga kerja lokal. Bahkan, pemerintah membuka ruang agar perusahaan menyerap hingga 80 persen pekerja dari masyarakat sekitar.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong masuknya investasi. Langkah ini dinilai penting karena dapat membuka lapangan kerja baru sekaligus mempercepat pertumbuhan kawasan industri di daerah.
Sementara itu, Ketua DPC Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) Kabupaten Probolinggo, Babul Arifandhie, melihat adanya perubahan positif dalam tiga tahun terakhir. Ia menilai, perhatian pemerintah terhadap buruh mulai meningkat, baik dari eksekutif maupun legislatif.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbaikan masih perlu dipercepat. Karena itu, K-Sarbumusi mendorong delapan tuntutan strategis sebagai langkah konkret dalam memperkuat perlindungan pekerja.
Pertama, perusahaan diminta memprioritaskan tenaga kerja lokal hingga 80 persen. Kedua, program CSR harus lebih menyentuh pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar pembangunan fisik. Ketiga, perusahaan wajib mematuhi standar UMK.
Selanjutnya, buruh juga menuntut pemenuhan hak dasar seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, cuti, hingga tunjangan hari raya. Selain itu, mereka mendorong pembatasan sistem outsourcing sesuai regulasi terbaru.
Tidak berhenti di situ, K-Sarbumusi juga meminta penindakan tegas terhadap ASN yang terlibat dalam praktik outsourcing ilegal. Kemudian, mereka mendorong optimalisasi kembali Balai Latihan Kerja (BLK) agar mampu mencetak tenaga kerja kompeten.
Terakhir, buruh menegaskan pentingnya perlindungan dokumen pribadi. Mereka meminta perusahaan tidak lagi menahan ijazah maupun Kartu Keluarga milik pekerja.
“Harapan kami, tuntutan kami dapat dipenuhi. Semoga api sinergi dan kolaborasi terus menyala agar buruh di Kabupaten Probolinggo lebih sejahtera, investasi terus tumbuh dan kondusifitas wilayah terjaga,” harap Babul.

