Regenerasi Menjadi Kunci, Marwah NU Kraksaan Harus Kembali ke Khitah
Regenerasi dalam tubuh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan kini mengemuka sebagai kebutuhan mendesak. Regenerasi disebut bukan sekadar formalitas pergantian kepengurusan, melainkan langkah strategis untuk mengembalikan marwah NU sekaligus memastikan organisasi tetap relevan di tengah tantangan zaman.
Koordinator Jaringan Intelektual Nahdliyin (JIN), Lukman Hakim A.I, menegaskan pentingnya proses regenerasi yang sehat dan inklusif. Menurutnya, NU Kraksaan harus kembali pada khitah sebagai organisasi keagamaan yang independen, moderat, dan berpihak pada kemaslahatan umat.
“Regenerasi bukan hanya soal pergantian usia, melainkan pembaruan semangat, komitmen, serta kemampuan menjawab persoalan keumatan. NU harus hadir di garis depan dalam merespons isu sosial, kemiskinan, korupsi, hingga kerusakan lingkungan,” ungkap Lukman saat dihubungi Sabtu (13/9).
Ia menilai, marwah NU terletak pada keteladanan para pengurusnya. Ketika pengurus abai menjaga akhlak jam’iyyah, kepercayaan publik terhadap organisasi akan merosot. Karena itu, arah perjuangan NU Kraksaan harus diluruskan kembali.
“NU bukan milik kelompok atau alat politik, tetapi milik umat. Kita perlu mengembalikan ruh perjuangan agar NU benar-benar menjadi rahmat bagi semua,” tegasnya.
Lukman berharap PCNU Kraksaan bisa menjadi pelopor regenerasi yang produktif dan berintegritas. Ia juga mengajak seluruh elemen, baik struktural maupun kultural, untuk memperkuat barisan serta menjadikan NU sebagai rumah besar yang amanah menjaga agama dan bangsa.

