Meriah! 38 Kontingen Ramaikan Pawai Budaya Hari Jadi Probolinggo 666
Probolinggo ( Tirtanetwork.com ) – Kota Probolinggo menandai usianya yang ke-666 dengan cara berbeda. Alih-alih larut dalam kesan tua, kota ini justru tampil semakin segar dengan gelaran Pawai Budaya 2025. Ribuan warga tumpah ruah di jalanan utama, menyaksikan atraksi budaya yang meriah sekaligus menjadi magnet bagi sektor ekonomi kreatif.
Sebanyak 38 kontingen dari OPD, organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal berpartisipasi. Sepanjang rute dari Kantor Pemkot, Jalan Gatot Subroto, hingga Jalan A. Yani, berubah menjadi panggung pesta rakyat. Tidak hanya warga lokal, penonton dari luar kota juga memadati jalur pawai untuk menikmati suguhan seni Nusantara.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyebut pawai ini mengusung empat tema besar: Budaya Tak Benda, Batik Probolinggo, Kepahlawanan, dan Harmoni Nusantara. Menurutnya, keempat tema tersebut merefleksikan perjalanan panjang kota sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mencintai warisan budaya.
“Pawai Budaya bukan sekadar hiburan. Kegiatan ini menjadi sarana mengenalkan potensi budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Inilah semangat Probolinggo Bersolek, di mana huruf ‘S’ berarti sejahtera,” tegas Wali Kota Aminuddin.
Selain menampilkan seni tradisi, acara ini juga berdampak langsung pada UMKM, pelaku seni, hingga sektor pariwisata. Kehadiran ribuan pengunjung memberi peluang besar bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas.
Dengan semangat itu, Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo tidak hanya menjadi pesta budaya, melainkan juga momentum memperkuat identitas sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

