Bupati Gus Haris Rombak 130 Pejabat, Dorong Birokrasi Probolinggo Lebih Profesional dan Responsif

Probolinggo ( Tirtanetwork.com) – Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, melakukan rotasi besar-besaran di lingkungan birokrasi. Sebanyak 130 pejabat struktural resmi dilantik oleh Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris, di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Senin (6/10/2025).

Langkah ini menjadi mutasi pertama sejak Gus Haris dan Wakil Bupati Ra Fahmi AHZ menjabat pada Februari 2025. Bupati menegaskan, rotasi bukan sekadar pergeseran posisi, melainkan strategi untuk memperkuat kinerja birokrasi agar lebih tangguh dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Rotasi jabatan ini bukan hanya pergantian posisi, tetapi bagian dari upaya memperkuat birokrasi agar lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tegas Gus Haris dalam sambutannya.
Berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 426.202/2025, rotasi tersebut melibatkan 69 pejabat administrator (eselon III) dan 61 pejabat pengawas (eselon IV). Mereka kini menempati posisi baru di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga rumah sakit daerah (RSUD).

Wiwit Suryaningsih sebagai Kabag Administrasi Pembangunan Setda
Solihin Hamid sebagai Kabag Organisasi Setda
dr. Catur Prangga Wadana, Sp.A., MK sebagai Direktur RSUD Tongas
Selain itu, dr. Sofi Dianteri, MHM Plus kini menjabat Wadir Pelayanan RSUD Waluyo Jati, menggantikan Jurianto yang berpindah sebagai Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup.

Pada tingkat kecamatan, Abdul Bari bergeser dari Camat Besuk menjadi Camat Paiton, sedangkan posisinya diisi oleh Handik Hariyanto, yang sebelumnya menjabat Kabid Kinerja BKPSDM. Sementara itu, Hasan Zainuri resmi menjadi Camat Pakuniran, dan Hermanto, yang sebelumnya pelaksana tugas, kini dipercaya sebagai Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda.

Acara pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah H. Ugas Irwanto, Ketua DPRD Oka Mahendra Jati Kusuma, serta seluruh kepala OPD dan camat se-Kabupaten Probolinggo.

Dalam arahannya, Gus Haris menegaskan bahwa rotasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan penerapan sistem merit, yaitu penempatan aparatur berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas.

“Jabatan bukan hadiah, melainkan amanah. Amanah ini akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya oleh manusia, tapi juga oleh Allah SWT,” ujarnya dengan tegas.

Bupati juga menegaskan akan melakukan evaluasi kinerja dalam enam bulan ke depan. Pejabat yang menunjukkan kinerja baik akan mendapat promosi, sedangkan yang tidak menunjukkan perkembangan akan diganti.

“Pemkab Probolinggo membutuhkan pejabat yang siap berlari bersama visi Probolinggo Maju, Mandiri, dan Sejahtera. Tidak ada tempat bagi yang ingin berlama-lama di zona nyaman,” kata Gus Haris.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati mengingatkan seluruh pejabat agar tidak melupakan sejarah Kabupaten Probolinggo yang berdiri sejak tahun 1746. Ia menekankan bahwa Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa bukan sekadar rumah dinas bupati, melainkan simbol kebudayaan dan nilai-nilai masyarakat Probolinggo.

“Pendopo ini harus menjadi pusat kebudayaan dan sejarah daerah, bukan sekadar tempat bekerja,” tuturnya.

Dengan perombakan besar ini, diharapkan birokrasi di Kabupaten Probolinggo semakin solid, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang efektif. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap aparatur bekerja cepat, tepat, dan berintegritas demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

BERITALATEST NEWSPOLITIK & PEMERINTAHANPROBOLINGGO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *