Commuter Line Supas Probolinggo Resmi Meluncur, Ratusan Lembar Tiket Ludes di Hari Pertama
Probolinggo (Tirtanetwork.com) Kehadiran Commuter Line Supas Probolinggo langsung disambut antusias warga. Bahkan, pada malam peluncuran Minggu (1/3), ratusan tiket terjual hanya dalam hitungan jam. Moda transportasi ini pun diyakini menjadi penggerak baru mobilitas dan ekonomi Kota Probolinggo.
Peresmian berlangsung di Stasiun Probolinggo sekitar pukul 20.30 WIB. Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin memimpin langsung seremoni tersebut bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Pj Sekda Rey Soewigtyo, serta jajaran perangkat daerah. Selain itu, hadir pula Kepala Daerah Operasi 9 Jember Hengky Prasetyo dan perwakilan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
Sejak sore, masyarakat sudah memadati stasiun. Mereka rela antre demi menjajal layanan baru yang menghubungkan Probolinggo, Pasuruan, hingga Surabaya dengan tarif ramah di kantong. Penumpang cukup membayar Rp6.000 untuk rute Probolinggo–Pasuruan dan Rp8.000 untuk perjalanan langsung ke Surabaya.

Direktur Operasi dan Komersial PT Kereta Commuter Indonesia, Heri Siswanto, mengungkapkan bahwa lebih dari 400 tiket terjual pada hari pertama. Menariknya, pembeli tiket tidak hanya berasal dari Probolinggo, tetapi juga dari Lumajang dan Situbondo.
“Kami melihat respons masyarakat sangat positif. Namun demikian, layanan ini tidak mengubah jadwal kereta api lainnya. Kami juga akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan okupansi,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa kehadiran commuter ini membuka akses lebih luas bagi warga yang bekerja maupun beraktivitas di Pasuruan dan Surabaya. Menurutnya, tarif terjangkau menjadi solusi transportasi hemat bagi masyarakat.
“Moda ini memudahkan warga bepergian dengan biaya ringan. Karena itu, kami optimistis dampaknya langsung terasa,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, pemerintah kota juga menyiapkan integrasi layanan transportasi ini dengan kalender event daerah. Dengan demikian, wisatawan dari Surabaya kini bisa lebih mudah berkunjung dan menginap di Probolinggo sebelum melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo.
Langkah tersebut dinilai strategis. Sebab, konektivitas transportasi sering menjadi faktor penentu pertumbuhan sektor pariwisata. Jika akses semakin mudah, maka arus wisatawan pun berpotensi meningkat.
Sebagai bentuk dukungan, wali kota bersama jajaran perangkat daerah langsung menjajal perjalanan menuju Pasuruan usai peresmian. Kehadiran mereka sekaligus menandai komitmen pemerintah dalam mendukung operasional layanan tersebut.
Apresiasi juga datang dari Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan. Ia menilai peluncuran Supas Probolinggo menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan perkeretaapian, khususnya dalam memastikan standar keselamatan operasional terpenuhi.
Di sisi lain, manfaat layanan ini sudah dirasakan masyarakat. Dita, warga Surabaya yang sedang menjalani magang di RSUD dr. Saleh Kota Probolinggo, mengaku sangat terbantu. Ia kini bisa menghemat biaya transportasi sekaligus menikmati suasana kota yang nyaman.
Dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Probolinggo pukul 04.10 dan 21.22 WIB serta dari Surabaya Kota pukul 01.50 dan 18.10 WIB, Commuter Line Supas Probolinggo memberi fleksibilitas waktu bagi para pekerja maupun mahasiswa.

