Komplotan Begal Bercelurit Rampas Motor Penjual Tempe Korban Histeris
Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Polsek Wonoasih bersama tim buru sergap Polres Probolinggo Kota memburu empat pelaku begal bersenjata tajam yang merampas sepeda motor milik seorang penjual tempe di Kota Probolinggo, Jawa Timur.
Korban diketahui bernama Safiudin (27), warga Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih. Ia menjadi korban pembegalan saat hendak berangkat menuju Pasar Bantaran pada Kamis dini hari untuk berjualan tempe seperti biasanya.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Wonoasih. Menurut keterangan korban, ia baru menyadari dibuntuti oleh para pelaku sekitar 100 meter sebelum lokasi kejadian.
“Awalnya saya merasa ada yang mengikuti dari belakang. Tidak lama kemudian empat orang langsung memotong jalan dan mengacungkan celurit,” ujar Safiudin dengan suara bergetar saat ditemui usai melapor ke polisi.
Keempat pelaku kemudian menghentikan laju sepeda motor korban dan berusaha menyerangnya menggunakan celurit. Beruntung, Safiudin sempat menghindar dengan mundur sehingga sabetan senjata tajam hanya mengenai helm yang dipakainya.
“Saya takut sekali. Mereka langsung mengayunkan celurit. Untung kena helm, bukan kepala saya. Setelah itu motor saya dibawa kabur,” kata Safiudin.
Motor yang dirampas pelaku adalah sepeda motor matik warna hitam keluaran tahun 2023 yang biasa digunakan korban untuk bekerja.
Usai kejadian, Safiudin terlihat menangis histeris di tepi jalan karena syok dan kehilangan kendaraan yang menjadi penunjang mata pencahariannya.
Kapolsek Wonoasih, Kompol Lukman Hadi, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.
“Kami sudah menerima laporan korban, melakukan olah TKP, serta meminta keterangan beberapa saksi. Saat ini kasus ditangani Unit Reskrim Polsek Wonoasih bersama tim buru sergap Polres Probolinggo Kota untuk memburu para pelaku,” ujar Kompol Lukman Hadi.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas pada jam-jam sepi dini hari.
Hingga kini, identitas keempat pelaku masih dalam penyelidikan dan petugas terus melakukan pengejaran terhadap komplotan begal bersenjata celurit tersebut.

