Antrean SPBU Lumajang Dipicu Kemacetan Ketapang

Lumajang (Tirtanetwork.com) – Antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Lumajang dalam tiga hari terakhir sempat memicu kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Namun, Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan stok BBM masih aman dan distribusi terus mendapat pengawasan.

Pemkab Lumajang bersama Pertamina langsung memantau perkembangan kebutuhan bahan bakar di lapangan. Pemerintah juga memastikan antrean yang terjadi bukan akibat kelangkaan BBM.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Lumajang, Bonni Momenta, mengatakan antrean paling banyak terjadi pada jenis BBM bersubsidi.

Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya konsumsi masyarakat serta gangguan distribusi akibat kemacetan di jalur Ketapang.

“Memang dalam tiga hari terakhir ada antrean BBM, terutama yang bersubsidi. Ini dipengaruhi dua hal, pertama karena konsumsi masyarakat meningkat. Kedua, ada dampak dari kemacetan di jalur Ketapang,” ujar Bonni saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Kemacetan di jalur Ketapang ternyata turut memengaruhi distribusi BBM menuju wilayah Jember. Akibatnya, sejumlah SPBU di daerah tersebut mengalami kekosongan bahan bakar.

Situasi itu kemudian mendorong sebagian masyarakat mencari BBM ke daerah lain, termasuk Lumajang. Dampaknya, permintaan BBM di sejumlah SPBU Lumajang ikut meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Meski begitu, Bonni menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Pemerintah memastikan stok BBM di Kabupaten Lumajang masih tersedia.

“Untuk stok di Lumajang aman. Sejak muncul informasi soal antrean ini, kami terus memantau stok dan berkoordinasi dengan Pertamina. Sampai saat ini dipastikan aman,” jelasnya.

Berdasarkan data pemantauan pada Senin pagi, stok BBM di Lumajang tercatat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ketersediaan tersebut meliputi 252 kiloliter Pertalite, 103 kiloliter Pertamax, 38 kiloliter Pertamax Turbo, 167 kiloliter Biosolar, serta 27 kiloliter Pertamina Dex.

Selain memastikan stok tetap tersedia, pemerintah juga terus memantau perkembangan konsumsi masyarakat. Bahkan, realisasi penyaluran BBM selama Agustus 2026 disebut telah melampaui kuota yang sebelumnya ditetapkan.

Karena itu, Pertamina menyiapkan langkah antisipasi apabila kebutuhan bahan bakar kembali meningkat.

“Pertamina juga sudah melihat perkembangan ini. Kalau kebutuhan meningkat dan stok perlu ditambah, tentu akan dilakukan penambahan pasokan untuk Lumajang,” katanya.

Sementara dari sisi distribusi, Lumajang tidak sepenuhnya bergantung pada jalur Ketapang. Sebagian besar pasokan BBM dikirim dari Surabaya, sedangkan wilayah Pronojiwo mendapat suplai dari Malang.

Dengan jalur distribusi tersebut, Pemkab Lumajang optimistis kebutuhan energi masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan akibat isu kelangkaan BBM. Warga diminta tetap tenang dan mengandalkan informasi resmi dari pemerintah maupun Pertamina.

BANYUWANGIBERITAEKONOMILUMAJANG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *