Bupati Haris Optimis Seven Lakes Festival 2025 Jadi Titik Balik Ekonomi Tiris dan Krucil
Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Semarak pembukaan Seven Lakes Festival 2025 di Danau Segaran, Kecamatan Tiris, Sabtu (8/11/2025), menghadirkan suasana berbeda. Festival yang dibuka dengan parade batik di atas permukaan danau itu bukan sekadar pesta seni, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi bagi wilayah selatan Kabupaten Probolinggo.
Puluhan model tampil memukau di atas catwalk terapung dengan balutan batik khas Probolinggo yang terinspirasi dari legenda Dewi Rengganis. Keindahan kain tradisional itu menyatu dengan panorama alam Ranu Segaran, menciptakan harmoni budaya dan wisata yang memikat ribuan pengunjung.
Bupati Probolinggo, Haris Damanhuri Romli, menegaskan bahwa Seven Lakes Festival bukan hanya agenda hiburan. Ia menyebut, festival ini merupakan langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan, terutama di wilayah Tiris dan Krucil yang selama ini dikenal sebagai daerah tertinggal.
“Kabupaten Probolinggo masuk empat besar daerah termiskin di Jawa Timur. Padahal, potensi alam dan budaya kita luar biasa. Melalui Seven Lakes Festival, kita dorong masyarakat agar menjadi pelaku utama dalam pengembangan wisata,” ujar Haris saat membuka acara.

Bupati Haris menilai, kekayaan alam seperti tujuh danau, tujuh air terjun, hingga jeram Pekalen bisa menjadi motor penggerak ekonomi berbasis wisata. Ia bahkan mencanangkan kawasan kaki Gunung Argopuro sebagai bagian dari “Trilogi Wisata Probolinggo” yang dikenal dengan sebutan 3B: Bromo, Bremi, dan Bentar.
Menurutnya, pengembangan sektor ini akan difokuskan pada konsep ecotourism dan sport tourism, yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan menjaga lingkungan.
“Kami ingin wisata Probolinggo tidak hanya dinikmati secara visual, tapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi warga lokal,” tegasnya.
Sementara itu, antusiasme masyarakat terlihat jelas. Area sekitar Ranu Segaran yang telah diremajakan tampak lebih tertata dan nyaman untuk dikunjungi. Banyak wisatawan mengaku kagum dengan konsep parade batik di atas air yang baru pertama kali digelar di daerah tersebut.
“Dulu tempat ini sepi dan fasilitasnya minim. Sekarang sudah jauh lebih bagus dan ramai,” tutur Shela, wisatawan asal Malang.
“Apalagi parade batiknya keren banget, apung di atas danau, jadi makin instagramable,” tambahnya.
Festival ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai kegiatan, mulai dari pameran UMKM, lomba fotografi, hingga pertunjukan musik tradisional. Pemerintah daerah berharap, gelaran tahunan ini dapat memperkuat citra Tiris sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

