Motif Gunung Semeru hingga Jaran Kencak, Batik Lumajang Unjuk Pesona di Hari Batik Nasional
Lumajang (Tirtanetwork.com) – Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan budaya yang tak ternilai, salah satunya batik. Pada Hari Batik Nasional, Rabu (2/10/2025), Pemerintah Kabupaten Lumajang menggelar Pameran Batik Lumajang 2025 di Pendopo Arya Wiraraja. Ajang ini tidak sekadar menampilkan karya, tetapi juga menegaskan batik sebagai identitas budaya dan penggerak ekonomi kreatif.
Pameran mengusung tema “Harmoni Wastra Nusantara dalam Pesona Warna Alam Bumi Lumajang.” Tema tersebut dipilih untuk memperlihatkan kekhasan batik Lumajang yang terinspirasi dari Gunung Semeru, Pasir Lumajang, Pisang Agung, hingga kesenian tradisional Jaran Kencak dan Tari Topeng Kaliwungu.
Selain itu, teknik pewarnaan alami yang ramah lingkungan menjadi nilai tambah sekaligus daya tarik tersendiri bagi pasar nasional maupun internasional. Sebanyak 20 pelaku UMKM batik ambil bagian, setelah sebelumnya mengikuti rangkaian pra-event sejak 22 September 2025 di Café Pring Pitu Lumajang.

Peringatan Hari Batik Nasional sendiri memiliki sejarah panjang. Batik mulai dikenal dunia sejak era Presiden Soeharto yang kerap memperkenalkannya di forum internasional, termasuk PBB. Langkah itu kemudian diperkuat dengan pendaftaran batik ke UNESCO pada 4 September 2008.
Hasilnya, pada 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, UNESCO resmi menetapkan batik Indonesia sebagai Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Sejak itu, setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional, termasuk di Lumajang tahun ini.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang Yuli Harismawati menegaskan bahwa pameran ini lebih dari sekadar etalase produk. “Batik Lumajang adalah identitas budaya yang harus terus diangkat. Kami berharap pameran ini membuka pasar lebih luas, sekaligus menyinergikan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata,” ujarnya.
Acara tersebut dihadiri pejabat daerah, mulai dari Ketua TP PKK Lumajang, Ketua Dekranasda, GOW Lumajang, Dharma Wanita, hingga CEO PT Kekean Primanda Indonesia, Achmad Nur Hasim. Kehadiran mereka sekaligus memberikan dukungan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM batik.
Pemerintah Kabupaten Lumajang optimistis bahwa melalui pameran ini, batik khas daerah mampu bersaing dengan produk batik dari daerah lain. Lebih jauh, batik Lumajang diharapkan bisa mengangkat nama daerah di panggung nasional, bahkan internasional.
Dengan semangat Hari Batik Nasional, pameran ini bukan hanya ajang apresiasi, tetapi juga strategi menjaga warisan budaya, memperkuat ekonomi kreatif, dan mempromosikan Lumajang sebagai pusat pariwisata berbasis budaya.

