MUI Kota Probolinggo Kukuhkan 168 Pengurus, Siap Perkuat Sinergi Ulama dan Pemkot Lima Tahun ke Depan

Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kota Probolinggo resmi mengukuhkan 168 pengurus masa khidmat 2025–2030. Melalui momentum ini, MUI menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo demi menjaga harmoni sosial dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama.

Kegiatan pengukuhan yang digelar di Aula MAN 2 Kota Probolinggo pada Ahad (15/2/2026) tersebut tidak hanya menjadi seremoni organisasi. Sebaliknya, agenda itu sekaligus menjadi ruang konsolidasi ulama, pemerintah, dan tokoh masyarakat untuk menyatukan visi pembangunan daerah berbasis nilai religius dan moderasi beragama.

Sebanyak 168 pengurus yang dikukuhkan meliputi Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan Harian, komisi, hingga lembaga di lingkungan MUI Kota Probolinggo. Dengan demikian, struktur kepengurusan yang lengkap ini diharapkan mampu bergerak lebih solid dan responsif menghadapi tantangan sosial-keagamaan di tingkat kota.

Pengukuhan Dewan Pimpinan Harian dilakukan langsung oleh Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DP MUI Jawa Timur, Dr. KH. Misbahul Munir, setelah pembacaan surat keputusan dari DP MUI Jatim. Selanjutnya, Ketua Umum DP MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA., mengukuhkan jajaran komisi dan lembaga.

Dalam sambutannya, Prof. Sulthon menegaskan bahwa ulama harus terus menjaga persatuan umat sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Menurutnya, MUI tidak hanya berperan sebagai pembimbing umat (khadimul ummah), tetapi juga mitra strategis pemerintah (shadiqul hukumah). Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pengurus untuk bekerja aktif, terukur, dan kolaboratif selama lima tahun ke depan.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menyampaikan apresiasi atas kiprah MUI selama ini. Ia menilai MUI telah menjadi mitra penting pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat karakter religius masyarakat. Karena itu, Pemkot Probolinggo berkomitmen terus membangun sinergi yang konstruktif dengan para ulama.

Di sisi lain, Sekretaris Umum DP MUI Jawa Timur, Dr. KH. Hasan Ubaidillah, menekankan pentingnya dukungan konkret dari pemerintah daerah. Ia berharap ketersediaan kantor permanen dan anggaran yang memadai dapat menunjang optimalisasi program kerja MUI. Dengan dukungan tersebut, MUI diyakini mampu menjalankan perannya secara lebih efektif dan profesional.

Selain prosesi pengukuhan, panitia juga menggelar ta’aruf antar pengurus dan rapat kerja. Melalui forum tersebut, pengurus merumuskan arah kebijakan serta program strategis untuk lima tahun mendatang. Dengan demikian, rapat kerja ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi internal sekaligus membangun kolaborasi eksternal bersama pemerintah dan elemen masyarakat.

Ketua panitia, Dr. KH. Ahmad Hudri, ST., MAP., menjelaskan bahwa kegiatan ini didanai melalui hibah Pemerintah Kota Probolinggo. Ia memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai regulasi yang berlaku.

Melalui kepengurusan baru masa khidmat 2025–2030, DP MUI Kota Probolinggo optimistis dapat berperan lebih aktif dalam membimbing umat, menguatkan moderasi beragama, serta menjaga kerukunan antarwarga. Pada akhirnya, sinergi ulama dan pemerintah diharapkan mampu mewujudkan Kota Probolinggo yang religius, harmonis, dan bermartabat.

POLITIK & PEMERINTAHAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *