Terlibat Geng Motor 13 Pelajar Jalani Pembinaan

Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Polres Probolinggo Kota mengambil langkah pembinaan terhadap belasan anak di bawah umur yang terlibat aksi geng motor. Upaya ini menegaskan bahwa pendekatan restoratif menjadi pilihan utama ketika pelajar terlibat kasus yang belum masuk kategori tindak pidana berat.

Pembinaan berlangsung di Ruang Gelar Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Jumat (14/11/2025), dan disaksikan langsung pihak sekolah serta perwakilan dinas terkait.

Plt. Kasihumas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, menjelaskan bahwa belasan pelajar tersebut diamankan dalam operasi akhir pekan sebelumnya. “Kami mengamankan 13 anak, dan dua di antaranya membawa senjata tajam. Kegiatan hari ini adalah tindak lanjut dari pengamanan tersebut,” ujarnya.

Menurut Zainullah, meningkatnya keresahan warga terhadap aksi kelompok remaja yang mengatasnamakan gangster menjadi perhatian serius kepolisian. Oleh karena itu, pembinaan dipilih sebagai langkah awal untuk mencegah mereka terjerumus lebih jauh.

“Masyarakat resah karena perilaku mereka cenderung negatif dan mengarah pada tindakan pidana. Karena itu, kami mengajak sekolah dan keluarga untuk memperketat pengawasan,” terang Zainullah.

Ia menegaskan, kepemilikan senjata tajam tetap diproses secara hukum, meski anak yang bersangkutan tidak ditahan. Sementara itu, 11 anak lainnya dikembalikan kepada orang tua dengan catatan harus mengikuti pembinaan internal di lingkungan keluarga dan sekolah.

Polres Probolinggo Kota memastikan bahwa pembinaan ini tidak berhenti pada pertemuan awal. Kepolisian akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah untuk melakukan pengawasan berkelanjutan.

“Kami tidak ingin mereka kembali terlibat dalam aksi kekerasan. Pihak sekolah juga berkomitmen memberikan sanksi edukatif seperti konseling dan kegiatan sosial,” tegas Zainullah.

Ia menambahkan, operasi rutin setiap akhir pekan akan terus digencarkan sebagai bentuk upaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Langkah Polres mendapatkan respons positif dari keluarga para pelajar. Seorang orang tua mengaku terbantu karena pembinaan ini menjadi titik balik bagi anak-anak mereka.
“Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendidik anak lebih baik. Kami sangat berterima kasih kepada kepolisian,” ungkapnya.

Langkah restoratif yang diterapkan Polres Probolinggo Kota dinilai menjadi pendekatan penting di tengah maraknya keterlibatan remaja dalam aksi geng motor. Pembinaan diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku sekaligus menekan potensi kriminalitas di kalangan pelajar.

BERITADAERAHHUKUM & KRIMINALPENDIDIKAN & KESEHATANPROBOLINGGO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *