Teror Pencurian Motor di Posko KKN Lumajang, Empat Kendaraan Mahasiswa Raib dalam 3 Hari

Lumajang (Tirtanetwork.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Lumajang menjadi sasaran komplotan pelaku pencurian motor. Dalam waktu hanya tiga hari, empat unit motor milik peserta KKN dari Universitas Jember (Unej) dan Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember raib digondol maling di dua lokasi berbeda yakni di Kecamatan Ranuyoso dan Kecamatan Tempeh.

Peristiwa pertama terjadi pada Rabu dini hari, 6 Agustus 2025, di Kantor Balai Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso. Dua motor yang terparkir tidak jauh dari ruang istirahat mahasiswa hilang tanpa jejak.
Menurut pengakuan salah satu korban, Ika Wahyu, kejadian tersebut berlangsung saat para mahasiswa sedang tertidur lelap.

“Sekitar jam tiga pagi kejadiannya. Kami tidur di ruangan sebelah dan sama sekali tidak mendengar suara apapun,” ujar Ika saat ditemui di lokasi kejadian.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pelaku mencoba membobol tembok bangunan. Di lokasi, warga menemukan sisa bambu dan botol plastik berisi cairan diduga air keras jenis hidrogen klorida (HCl), yang digunakan untuk melarutkan tembok secara kimiawi.

Kepala Desa Alun-alun, Dulhanan, mengaku terkejut dan menyayangkan insiden tersebut.

“Ini pertama kalinya terjadi pencurian di kantor desa. Selama ini saya anggap tempat ini cukup aman,” ungkapnya.

Tak sampai 48 jam berselang, aksi pencurian kembali menyasar posko KKN mahasiswa di Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, pada Jumat dini hari, 8 Agustus 2025. Kali ini, dua motor jenis Honda Vario milik mahasiswa Unej kembali raib. Kejadian tersebut berlangsung di rumah milik Kepala Desa Tempeh Tengah, Muhammad Mansur Sah, yang juga dijadikan tempat tinggal sementara para mahasiswa.

Mansur mengungkapkan bahwa aksi pencurian terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV).

“Pelaku masuk sekitar pukul 02.27 WIB dengan membobol pagar rumah, lalu kabur membawa dua motor hanya dalam waktu tujuh menit,” paparnya.

Dari total enam motor yang terparkir di halaman, pelaku hanya memilih dua unit berpelat luar kota. Kapolsek Tempeh, AKP Syamsul Arifin, membenarkan laporan tersebut dan memastikan bahwa penyelidikan tengah berlangsung dengan bantuan rekaman CCTV.

“Kami masih mendalami kasus ini dan sudah mengantongi beberapa bukti visual yang sedang dianalisis,” jelasnya. (qq)

BERITALATEST NEWSLUMAJANG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *