Tertimbun Pasir Panas Sisa Erupsi Semeru, Penambang di Candipuro Lumajang Alami Luka Bakar 80 Persen.

Lumajang (Tirtanetwork.com) – Satu warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang harus dibawa ke rumah sakit rujukan setelah tertimpa tumpukan pasir yang masih panas saat bekerja menambang di aliran lahar Semeru.

Kejadian itu berlangsung Sabtu, 20 Juni 2026 sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, Very Irawan, 33 tahun, berangkat bekerja secara manual bersama sejumlah rekannya di lokasi penambangan di bawah wilayah Gladak Perak. Tanpa peringatan, tumpukan material sisa aliran awan panas guguran tiba‑tiba longsor dan menimpa tubuhnya.

Rekan sekerja segera menolong korban lalu membawanya ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Pasirian tepat pukul 02.00 WIB. Setelah mendapat penanganan awal, petugas medis akhirnya merujuk Very ke RSUD Dokter Haryoto Lumajang menggunakan ambulans pada pukul 05.40 WIB. Ia tiba di rumah sakit rujukan pukul 06.20 WIB untuk penanganan lebih mendalam.

Pemeriksaan awal menunjukkan korban menderita luka bakar tingkat dua yang meluas hingga 80 persen seluruh tubuh.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menegaskan bahwa aktivitas penambangan secara manual masih kerap dilakukan warga di sepanjang aliran lahar Gunung Semeru, terutama saat malam atau dini hari.

“Kami mengingatkan kembali bahaya yang mengintai. Material yang terlempar atau terbawa aliran awan panas masih menyimpan suhu tinggi dan bisa meluncur sewaktu‑waktu meski terlihat tenang,” ujar Isnugroho.

Ia juga menjelaskan bahwa letusan awan panas guguran terjadi sehari sebelumnya, Jumat 19 Juni 2026 pukul 07.21 WIB, sejauh 4.500 meter ke arah Curah Kobokan. Secara umum peristiwa itu tidak mengganggu pemukiman karena jaraknya cukup jauh. Hingga saat ini, status Gunung Semeru tetap berada di Level III atau Siaga.

BERITALUMAJANGPERISTIWA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *