28.265 Warga Kota Probolinggo Terima Bantuan Pangan Jelang Idul Fitri

Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pemerintah Kota Probolinggo menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Melalui Perum Bulog Kantor Cabang Probolinggo, program ini mulai disalurkan dari Kelurahan Tisnogaran, Kecamatan Kanigaran.

Sebagai tahap awal, Bulog menyalurkan bantuan kepada 316 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di wilayah tersebut. Sementara itu, secara keseluruhan terdapat 28.265 warga Kota Probolinggo yang masuk dalam daftar penerima manfaat tahun 2026.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Probolinggo, Kuswadi, menjelaskan bahwa jumlah penerima bantuan tahun ini meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, tahun ini penerima bantuan pangan meningkat. Sebelumnya sekitar 16.968 penerima, sekarang menjadi 28.265 penerima,” ujarnya.

Menurut Kuswadi, pemerintah pusat menetapkan data penerima melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Data tersebut menjadi acuan dalam menentukan keluarga yang berhak menerima bantuan.

Selain itu, Bulog menjalankan penugasan langsung dari Badan Pangan Nasional untuk menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Penyaluran kali ini sekaligus mencakup dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026.

Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Dengan demikian, bantuan tersebut diharapkan mampu membantu kebutuhan pangan rumah tangga menjelang Lebaran.

Lebih lanjut, Kuswadi menegaskan bahwa penyaluran bantuan sengaja dilakukan menjelang Idul Fitri agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Selain itu, program ini juga berperan menahan lonjakan harga bahan pokok di pasar.

“Dengan adanya bantuan ini, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan tanpa harus membeli semuanya di pasar,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Bulog menyalurkan bantuan sebanyak 565.300 kilogram beras dan 113.060 liter minyak goreng untuk warga Kota Probolinggo. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjelang hari raya.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadan hingga Idul Fitri. Langkah ini juga mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Amran, pemerintah kembali menggulirkan program bantuan pangan sebagai bantalan ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Program bantuan pangan ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Ramadan hingga Lebaran,” katanya.

Secara nasional, pemerintah menyalurkan bantuan kepada sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat selama dua bulan. Untuk mendukung program tersebut, Bulog menyiapkan sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,92 triliun sebagai bagian dari program perlindungan sosial bagi masyarakat.

BERITAEKONOMILATEST NEWSPOLITIK & PEMERINTAHANPROBOLINGGO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *