54 Ogoh-Ogoh Ramaikan Wlingi, Ribuan Umat Tumpah Ruah!
Blitar (Tirtanetwork.com) – Ribuan umat Hindu memadati kawasan Wlingi, Kabupaten Blitar, sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian Tawur Agung Kesanga. Tidak hanya menjadi ritual sakral menjelang Hari Raya Nyepi, kegiatan ini juga menjelma sebagai simbol kuat harmoni dan kebersamaan lintas generasi.
Sejak pukul 06.00 WIB, umat mulai berdatangan ke RTH Taman Idaman Hati. Selanjutnya, suasana religius semakin terasa ketika mereka mengenakan busana adat dan membawa perlengkapan persembahyangan. Bahkan, sejak pukul 07.00 WIB, prosesi doa bersama berlangsung khidmat, dipimpin oleh Ida Pandita Jaya Nanda Putra Nirmala.
Selain itu, pelaksanaan Tawur Agung Kesanga tahun ini menghadirkan daya tarik yang lebih semarak. Sebanyak 54 ogoh-ogoh turut ambil bagian dalam pawai budaya yang dinanti-nantikan masyarakat. Sebelumnya, puluhan ogoh-ogoh tersebut telah disiapkan dan dikumpulkan sejak malam hari untuk menjalani prosesi awal.
Ketika pawai dimulai, antusiasme langsung terasa. Warga dan umat pun bersorak menyambut iring-iringan ogoh-ogoh yang diusung oleh berbagai kelompok. Mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga bapak-bapak, semuanya terlibat aktif. Dengan demikian, tradisi ini tidak hanya terjaga, tetapi juga terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Di sisi lain, dukungan dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Jawa Timur turut memperkuat pelaksanaan acara. Ketua Walaka PHDI Jatim, I Nyoman Anom Mediana, menegaskan bahwa Blitar dipilih sebagai tuan rumah karena semangat umatnya yang tinggi dalam menjaga nilai-nilai keagamaan.
Sementara itu, Bupati Blitar, Riyanto, juga hadir dan secara langsung melepas pawai ogoh-ogoh. Ia pun mengapresiasi jalannya kegiatan yang tertib dan meriah. Bahkan, ia menyinggung kedekatannya dengan Wlingi yang pernah ia pimpin sebelumnya, sehingga momen ini terasa semakin berkesan.
Tak hanya itu, jajaran Forkopimda, aparat kepolisian, serta berbagai tokoh masyarakat juga ikut menghadiri kegiatan tersebut. Kehadiran mereka sekaligus memastikan acara berjalan aman dan lancar.
Lebih jauh, Tawur Agung Kesanga tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Sebaliknya, kegiatan ini menjadi momentum refleksi spiritual bagi umat Hindu sebelum menjalani Catur Brata Penyepian saat Nyepi.

