Pasutri Kediri Terluka Parah Saat Terjebak APG Semeru di Jembatan Besuk Kobokan

Lumajang (Tirtanetwork.com) – Sepasang suami istri asal Kabupaten Kediri mengalami luka bakar parah setelah keduanya terjebak awan panas Semeru saat melintas di Jembatan Besuk Kobokan, Desa Sumberwuluh, Candipuro, pada Rabu (19/11) petang. Keduanya Haryono (49) dan Normawati (43), warga Desa Maron, Kecamatan Banyakan.

Mereka terjebak di atas jembatan ketika semburan material panas tiba-tiba menyambar dari dasar sungai. Dalam hitungan detik, suhu ekstrem membuat keduanya tersungkur dan tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Warga sekitar yang melihat kepanikan tersebut segera mengevakuasi pasutri itu ke puskesmas terdekat. Tim medis kemudian merujuk keduanya ke RSUD dr. Haryoto Lumajang karena luka bakar yang diderita tergolong berat dan memerlukan penanganan intensif.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Lumajang, dr. Rosyidah, memastikan bahwa kedua korban saat ini berada dalam perawatan ketat.

“Korban sudah kami tangani di fasilitas kesehatan pemerintah. Informasi resmi akan kami sampaikan melalui rilis berikutnya,” terangnya di Pos Pengungsian Desa Penanggal.

Insiden ini kembali menegaskan pentingnya mengikuti imbauan petugas terkait zona merah Semeru. Aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Jawa tersebut tercatat masih fluktuatif, sehingga potensi APG, lontaran material pijar, dan banjir lahar tetap mengancam.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa masyarakat harus menjauhi aliran Besuk Kobokan dan seluruh area yang telah ditandai sebagai kawasan berbahaya. Setiap kelalaian, seperti insiden yang menimpa pasutri Kediri ini, berisiko langsung terhadap keselamatan jiwa.

BERITADAERAHLATEST NEWSLUMAJANGPERISTIWA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *