Anggaran Terbatas, DPRD Probolinggo Ingatkan Revitalisasi Jalan Cokro Jangan Setengah Jalan
Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Rencana revitalisasi di Jalan Cokroaminoto kembali menjadi sorotan dalam rapat di DPRD Kota Probolinggo. Kali ini, dewan menyoroti keterbatasan anggaran yang berpotensi membuat proyek tersebut hanya terselesaikan sebagian.
Pembahasan itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kota Probolinggo yang membahas agenda pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2026.
Anggota Komisi III dari Fraksi Golkar, Abdus Syukur, menilai rencana pengerjaan proyek perlu dikaji lebih matang. Ia meminta agar DPRD dan dinas teknis kembali melakukan pembahasan lanjutan sebelum proyek benar-benar berjalan.
Menurutnya, pengerjaan yang hanya mencakup sebagian ruas jalan berpotensi menimbulkan ketidakpuasan di masyarakat.
“Kalau tahun ini hanya sebagian yang dikerjakan, maka harus ada kepastian pada 2027 proyek ini dilanjutkan. Jangan sampai separuh jalan selesai, sementara sisanya terbengkalai,” tegasnya.
Selain itu, Syukur juga menyoroti persoalan anggaran. Ia menjelaskan bahwa dana konstruksi yang benar-benar bisa digunakan diperkirakan hanya sekitar Rp4 miliar. Padahal, kebutuhan ideal untuk menyelesaikan revitalisasi jalan tersebut mencapai puluhan miliar rupiah.
Karena itu, ia menilai pemerintah kota harus memiliki komitmen penganggaran berkelanjutan agar proyek tidak berhenti di tengah jalan.
Tidak hanya soal dana, Syukur juga mengingatkan pentingnya kesiapan regulasi dan perencanaan teknis. Ia meminta dokumen Detail Engineering Design (DED) disusun dengan mengacu pada aturan terbaru dari pemerintah pusat.
Menurutnya, perubahan regulasi maupun kenaikan harga material bisa berdampak pada pembengkakan biaya jika tidak diantisipasi sejak awal.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar rencana peluncuran tender pada akhir Maret tidak membuat proses perencanaan menjadi tergesa-gesa. Ia menilai percepatan proyek tetap harus diimbangi dengan kesiapan administrasi dan teknis yang matang.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Probolinggo, Setyorini Sayekti, menjelaskan bahwa kebutuhan anggaran ideal untuk penanganan penuh Jalan Cokro diperkirakan mencapai sekitar Rp27 miliar.
Namun, anggaran yang tersedia pada tahun 2026 hanya sekitar Rp7 miliar. Setelah dikurangi biaya perencanaan dan dokumen pendukung lainnya, dana yang benar-benar bisa digunakan untuk konstruksi diperkirakan tersisa sekitar Rp4 miliar lebih.
Meski demikian, ia memastikan desain revitalisasi jalan telah dirancang secara menyeluruh, mulai dari ujung selatan hingga utara.
Dengan demikian, meskipun pengerjaan pada 2026 hanya mencakup sebagian ruas, konsep penataan kawasan tetap disiapkan untuk jangka panjang.
Selain itu, dinas juga berencana mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2027 agar proyek revitalisasi dapat dilanjutkan hingga selesai.
Melalui rapat tersebut, DPRD menegaskan peran pengawasan terhadap penggunaan anggaran publik. Di tengah keterbatasan fiskal, dewan berharap proyek revitalisasi Jalan Cokro tidak sekadar menjadi pekerjaan fisik, tetapi juga mencerminkan konsistensi kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.

