Kemenag dan MUI Kota Probolinggo Perkuat Sinergi, Fokuskan Layanan Umat dan Percepatan Sertifikasi Halal

Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Komitmen memperkuat layanan keagamaan dan meningkatkan kualitas pembinaan umat terus digencarkan di Kota Probolinggo. Sebagai langkah nyata, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo resmi menjalin kerja sama strategis dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, Senin (3/11/2025).

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada sertifikasi halal, tetapi juga mencakup pembinaan muallaf, peningkatan kapasitas dai-daiyah, pengelolaan masjid/musholla, serta penguatan majelis taklim. Penandatanganan berlangsung di Kantor Kemenag Kota Probolinggo di Jalan Mastrip No. 323.

Kepala Kemenag Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, S.Ag., M.A, menegaskan bahwa sinergi dengan MUI menjadi pilar penting dalam memastikan program keagamaan berjalan terarah dan memberikan manfaat luas.

“Kemenag bertugas membina, melayani, dan memfasilitasi kehidupan beragama. Karena itu, kolaborasi dengan MUI akan mempercepat pelaksanaan program yang menyentuh langsung kebutuhan umat,” jelas Didik.

Selain itu, Didik menekankan bahwa kerja sama ini tidak sebatas dokumen. Langkah ini menjadi dorongan nyata untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang berkualitas dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. Muhammad Sulthon, M.A. menyambut baik kemitraan ini. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi momentum memperkuat sinergi ulama dan pemerintah dalam membina umat secara berkelanjutan.

“Kerja sama ini menjadi wujud nyata peran ulama sebagai mitra strategis pemerintah. MUI selalu berkomitmen hadir untuk membimbing, melindungi, dan melayani umat,” tutur Kyai Sulthon.

Melalui kerja sama ini, kedua lembaga akan bergerak bersama pada lima sektor penting:

1. Sertifikasi Halal – meliputi sosialisasi, pendampingan, dan fasilitasi UMKM.

2. Pembinaan Muallaf – Penguatan akidah, ibadah, dan kemandirian ekonomi.

3. Pembinaan Dai-Daiyah – Peningkatan kapasitas dan profesionalisme.

4. Pembinaan Masjid/Musholla – Manajemen kelembagaan dan pemberdayaan jamaah.

5. Pembinaan Majelis Taklim – Penguatan kurikulum dan moderasi beragama.

Usai penandatanganan, acara diisi diskusi santai mengenai dinamika keumatan di Kota Probolinggo. Kedua pihak sepakat memperkuat komunikasi dan bergerak bersama agar layanan keagamaan semakin optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dengan sinergi ini, Kemenag dan MUI Kota Probolinggo berharap dapat memperkuat kualitas pembinaan umat, memperluas edukasi halal bagi pelaku usaha, dan menjadikan agama sebagai dasar moral dan sosial dalam memajukan daerah.

POLITIK & PEMERINTAHAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *