Menteri Koperasi Dorong Percepatan Kopdes Merah Putih dan Solusi Air Tengger
Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Menteri Koperasi dan UKM RI, Dr. Ferry Juliantono, menegaskan komitmen pemerintah mempercepat pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sekaligus menyelesaikan persoalan air bersih di wilayah Tengger. Hal itu disampaikan saat menghadiri konsolidasi Kopdes Merah Putih di Dusun Cemara Kandang, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Sabtu (1/11/2025).
Kegiatan yang diinisiasi Mujadalah Kiai Kampung (MKK) tersebut tidak hanya membahas penguatan ekonomi berbasis koperasi, namun juga mendorong percepatan pemenuhan infrastruktur dasar bagi masyarakat Suku Tengger.
“Program koperasi desa terus berjalan. Saat ini sudah ada 4.441 titik tanah yang tengah dibangun bersama dinas terkait dan TNI. Selain itu, sekitar 10 ribu titik telah siap dikerjakan. Target kami, Maret 2026 semua fasilitas koperasi seperti gudang dan gerai sudah beroperasi,” jelas Menkop Ferry.
Lebih lanjut, Ferry menyoroti persoalan krusial warga Tengger yakni keterbatasan air bersih. Karena itu, ia berjanji mendorong percepatan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
“Masalah air harus segera selesai. Pemerintah akan mempercepat langkah koordinasi dengan Kementerian PUPR dan DPRD Probolinggo,” tegasnya.
Langkah ini disambut positif MKK. Pendiri MKK Najib Salim Attamimi menilai kebutuhan air merupakan faktor penting dalam kesejahteraan warga Tengger. Oleh sebab itu, ia mendorong kerja sama lintas daerah.
“Kami berharap air rembesan Ranu Kumbolo di wilayah Lumajang bisa dialirkan melalui sistem pipa menuju enam desa Suku Tengger. Ini solusi jangka panjang yang realistis,” ungkap Najib.
Selain infrastruktur, pemerintah juga memfokuskan peningkatan kapasitas pengurus koperasi. Dalam waktu dekat, enam pengurus Kopdes Tengger akan dikirim belajar pengelolaan hortikultura ke Koperasi Pesantren Al Iktifah Ciwidey, Jawa Barat.
Tidak hanya itu, forum juga membahas rencana pembangunan pasar induk sayur di Desa Ngadas untuk memperkuat rantai pasok hasil pertanian masyarakat Tengger dan menopang operasional Kopdes Merah Putih.
Dengan dukungan kelembagaan, peningkatan SDM, dan percepatan infrastruktur strategis, pemerintah berharap ekosistem ekonomi kerakyatan di kawasan Tengger tumbuh semakin kuat dan mandiri.

