Kota Probolinggo Raih Penghargaan Nasional IKT 2025, FKUB Jadi Penggerak Kota Toleran
Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Kota Probolinggo kembali mencuri perhatian di level nasional. Kali ini, kota di pesisir utara Jawa Timur tersebut berhasil meraih penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 kategori Improving Zone dari SETARA Institute. Capaian ini sekaligus menegaskan peran kuat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam menjaga harmoni sosial.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, mewakili Wali Kota, dalam acara yang berlangsung di ARTOTEL Mangkuluhur, Rabu (22/4/2026).
Keberhasilan ini tidak datang tiba-tiba. Sebaliknya, Pemerintah Kota Probolinggo bersama FKUB secara konsisten membangun ruang dialog lintas agama. Selain itu, berbagai program edukasi toleransi terus digencarkan melalui kalangan pemuda, perempuan, hingga lembaga pendidikan. Karena itu, suasana inklusif di tengah masyarakat majemuk mampu terjaga dengan baik.
Dalam penilaian IKT, SETARA Institute menyoroti sejumlah indikator penting. Mulai dari kebijakan pemerintah daerah, peran aparat, dukungan masyarakat, hingga kondisi sosial yang mencerminkan kerukunan antarumat beragama. Bahkan, Kota Probolinggo dinilai berhasil memperkuat moderasi beragama melalui kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Ditjen Polpum Kemendagri, Bisri, menegaskan bahwa IKT bukan sekadar peringkat. Lebih dari itu, indeks ini mencerminkan kualitas hubungan sosial serta kematangan demokrasi di tingkat lokal. Oleh sebab itu, pemerintah daerah dituntut mampu menjamin kesetaraan, rasa aman, dan partisipasi tanpa diskriminasi.
Menanggapi penghargaan tersebut, Ina Dwi Lestari menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi. Ia menilai capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat.
“Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga pengingat agar kami terus meningkatkan kualitas toleransi dalam kebijakan maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua FKUB Kota Probolinggo, Ahmad Hudri, menegaskan bahwa dukungan masyarakat menjadi kunci utama. Dengan sinergi yang kuat, FKUB bersama pemerintah optimistis mampu menjaga dan bahkan meningkatkan kualitas toleransi di masa depan.
Dengan raihan ini, Kota Probolinggo tidak hanya memperkuat citra sebagai kota toleran, tetapi juga menunjukkan bahwa keberagaman bisa menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah. Ke depan, langkah kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat diharapkan semakin solid demi mewujudkan kota yang inklusif, adil, dan harmonis.

