Lonjakan Permintaan Jelang Lebaran, Pertamina Tambah 84 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Probolinggo

Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, permintaan LPG 3 kg di Kabupaten Probolinggo mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini bahkan sempat memicu kekhawatiran masyarakat setelah muncul kabar kelangkaan dan kenaikan harga di tingkat pengecer.

Namun demikian, Pertamina Patra Niaga memastikan stok LPG subsidi tersebut tetap aman. Perusahaan energi ini langsung bergerak cepat dengan melakukan pemantauan intensif di lapangan sekaligus mengecek jalur distribusi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa lonjakan permintaan terjadi akibat fenomena panic buying, khususnya di wilayah perbatasan Tapal Kuda. Meski begitu, ia menegaskan stok di pangkalan resmi masih tersedia.

“Setelah kami cek langsung, stok sebenarnya aman. Namun, terjadi peningkatan pembelian menjelang Lebaran. Sementara itu, kenaikan harga justru ditemukan di tingkat pengecer, bukan di pangkalan resmi,” jelas Ahad.

Selain itu, Pertamina juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna menjaga stabilitas distribusi. Langkah ini dilakukan agar pasokan tetap merata dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina kembali menyalurkan tambahan LPG 3 kg melalui program extra dropping. Program ini berlangsung sejak 15 Maret dan diperpanjang hingga 22 Maret 2026.

Melalui kebijakan tersebut, total tambahan distribusi LPG 3 kg di Probolinggo mencapai 84 ribu tabung. Dengan demikian, diharapkan kebutuhan masyarakat selama momentum Lebaran dapat terpenuhi dengan baik.

Di sisi lain, operasional Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) tetap berjalan normal, termasuk saat hari libur. Agen juga terus melakukan monitoring dan memprioritaskan distribusi ke wilayah yang dilaporkan mengalami kendala.

Terakhir, Pertamina kembali mengingatkan masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan resmi. Selain itu, harga di pangkalan telah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18 ribu per tabung, sehingga lebih terjangkau dan terjamin kualitasnya.

BERITAEKONOMIPROBOLINGGO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *