Polisi Amankan Empat Penyusup dalam Ricuh Aksi Solidaritas di Lumajang
Lumajang ( Tirtanetwork.com) – Aksi solidaritas untuk almarhum Affan Kurniawan di depan Mapolres Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (30/8/2025), berubah ricuh. Polisi menduga keributan itu dipicu oleh penyusup yang bukan bagian dari massa aksi.
Awalnya, jalannya aksi berlangsung damai. Massa menyalakan lilin dan menggelar doa bersama serta shalat gaib untuk Affan, pengemudi ojol yang meninggal setelah tertabrak mobil taktis. Namun, ketenangan itu mendadak pecah ketika sejumlah orang yang tidak dikenal mendadak melempar air mineral ke arah aparat.
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menegaskan bahwa kerusuhan bukan dipicu oleh peserta aksi resmi.
“Sejak awal, aksi ini tertib. Saat massa hendak membubarkan diri, muncul penyusup yang melempar air mineral. Kami yakin mereka bukan bagian dari pengunjuk rasa,” tegasnya.
Polisi segera bertindak cepat dan mengamankan empat orang yang diduga provokator. Alex memastikan penanganan kasus dilakukan secara profesional sesuai prosedur.
Sementara itu, koordinator lapangan aksi, Nibras, juga membantah keterlibatan peserta aksi dalam kericuhan tersebut. Ia menegaskan, jumlah massa hanya sekitar 60 orang dan semuanya mengikuti doa hingga selesai.
“Yang bikin ricuh berdiri di belakang, jelas mereka bukan bagian dari kami,” ujarnya.
Nibras menambahkan pihaknya akan melakukan konsolidasi untum memastikan tidak ada peserta aksi yang menjadi korban salah tangkap.
Aksi solidaritas ini digelar sebagai bentuk dukungan moral sekaligus penghormatan terakhir untuk Affan. Tragedi yang menimpa almarhum terus memicu simpati dan seruan keadilan dari komunitas ojol di berbagai daerah.

