Sampoerna Rungkut 1 Dorong Pengelolaan Sampah dan Resapan Air Lewat Biopori di Gunung Anyar

Probolinggo ( Tirtanetwork.com) – PT HM Sampoerna Tbk melalui SKT Plant Rungkut 1 kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan. Perusahaan melaksanakan program Pengembangan Biopori dan Donasi Sarana Kebersihan Masyarakat di Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya, Senin (15/9/2025).

Inisiatif ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan tindak lanjut dari Stakeholder Forum and Sharing Session yang digelar pada April lalu. Fokus utama kegiatan terletak pada pengelolaan sampah organik dan anorganik sekaligus peningkatan daya serap air di kawasan padat perkotaan.

Manager Hand-Rolled Plant Rungkut 1, Sianggono Harisan, menjelaskan bahwa biopori dapat menjadi solusi praktis untuk mengurai sampah sekaligus memperkuat cadangan air tanah. “Kami berharap kegiatan ini membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, terutama lewat perilaku hidup bersih dan sehat,” tegasnya.

Selain mengembangkan lubang biopori, Sampoerna juga menyerahkan berbagai sarana kebersihan seperti bank sampah, bak sampah, dan perlengkapan pendukung lain kepada warga Gunung Anyar.

Camat Gunung Anyar, Ario Bagus Permadi, menyambut baik dukungan sektor swasta dalam menguatkan program lingkungan di wilayahnya. “Sinergi pemerintah dan perusahaan swasta sangat penting untuk menjaga kawasan tetap bersih dan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, M.M, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan strategi Pemkot dalam mengelola sampah berkelanjutan. Menurutnya, biopori berfungsi ganda: tempat penguraian sampah organik sekaligus media resapan air.

“Untuk sampah anorganik, kami dorong masyarakat ikut program Bank Sampah dan Sedekah Sampah. Kolaborasi seperti ini penting agar kesadaran kolektif menjaga kualitas lingkungan dapat terbentuk,” ungkap Dedik.

Sebagai simbol komitmen, kegiatan diakhiri dengan pemutaran video instalasi biopori dan penyerahan resmi sarana kebersihan kepada masyarakat. Langkah nyata ini memperkuat pesan bahwa menjaga lingkungan tidak bisa ditunda dan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, Surabaya diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pengelolaan sampah perkotaan dan krisis air tanah, sekaligus menegaskan posisi Sampoerna sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kota berkelanjutan.

LATEST NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *