Sampoerna, SIER, dan Pemkot Surabaya Bersatu Atasi Banjir Lewat Normalisasi Sungai Tambak Oso
Surabaya (Tirtanetwork.com) – Upaya pengendalian banjir di Surabaya kembali digalakkan. PT HM Sampoerna Tbk bersama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melaksanakan aksi bersih sungai dan pengerukan sedimen di Sungai Tambak Oso, Selasa (19/8/2025).
Aksi gotong royong ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Pemerintah Kecamatan Gunung Anyar, perangkat kelurahan, Forkom SIER, Kader Surabaya Hebat hingga masyarakat umum.
Manager Hand-Rolled PT HM Sampoerna Tbk Plant Rungkut 1 Surabaya, Sianggono Harisan, menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut forum stakeholder yang digelar pada April lalu.
“Normalisasi sungai bukan hanya soal kebersihan, melainkan juga tentang upaya mencegah banjir. Dengan kerja sama lintas pihak, kami ingin mendorong masyarakat hidup lebih bersih sekaligus menjaga daya serap air,” ujarnya.
Sianggono menegaskan bahwa menjaga sungai tetap berfungsi adalah tanggung jawab bersama. “Kami ingin gerakan ini menjadi awal sinergi yang lebih luas. Lingkungan yang sehat adalah warisan untuk masa depan,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Divisi Manajemen Kawasan SIER, M. Afifuddin. Ia mengakui Sungai Tambak Oso kerap memicu genangan saat musim hujan.
“Terima kasih atas dukungan PT HM Sampoerna dan seluruh stakeholder. Kegiatan semacam ini harus terus berlanjut karena manfaatnya nyata bagi masyarakat sekitar kawasan industri,” kata Afif.
Camat Gunung Anyar, Ario Bagus Permadi, turut menekankan pentingnya langkah mitigasi menghadapi musim hujan. “Inisiasi ini sangat tepat. Dengan kolaborasi yang terjalin, risiko banjir dapat ditekan, khususnya di kawasan Gunung Anyar dan sekitar SIER,” paparnya.
Dalam sehari kegiatan, sebanyak 80 meter kubik sedimen berupa tanah, eceng gondok, rumput liar, hingga sampah berhasil diangkat dari dasar sungai. Pengerukan akan dilanjutkan hingga Jumat (20/9/2025) sesuai titik radius yang telah dipetakan.
Aksi ini menunjukkan bahwa pencegahan banjir tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi aktif perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya agar sungai kembali berfungsi optimal.
Dengan sinergi lintas sektor, harapannya Surabaya bisa semakin tangguh menghadapi musim penghujan.

