Selat Bali Kembali Berduka, KMP Tunu Pratama Tenggelam Akibat Kebocoran Mesin
Banyuangi (Tirtanetwork.com) – Insiden tragis kembali mengguncang perairan Selat Bali. Kapal penyeberangan KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam di sekitar perairan Gilimanuk pada Kamis dini hari, 3 Juli 2025, usai mengalami kebocoran pada ruang mesin.
Kapal yang bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sempat mengirimkan sinyal darurat melalui Channel 17 pada pukul 00.16 WITA, tak lama setelah kru kapal mendeteksi adanya kebocoran serius di ruang mesin. Hanya tiga menit berselang, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami pemadaman total (blackout) yang membuat sistem kelistrikan lumpuh.
Situasi memburuk ketika kapal terbalik dan terseret arus laut ke arah selatan, seperti dilaporkan ke LPS Gilimanuk pukul 00.22 WITA. Posisi terakhir kapal tercatat di koordinat -08°09.371′, 114°25.1569′.
Kepala Seksi Keselamatan, Berlayar, Patroli, dan Penjagaan KSOP Tanjungwangi, Ni Putu Cahyani, membenarkan peristiwa nahas ini. Ia menjelaskan bahwa kapal sempat meminta bantuan sejak pukul 23.17 WIB melalui radio.
“KMP Tunu Pratama mengangkut 53 penumpang, 22 unit kendaraan, dan 12 kru kapal. Saat ini, kami masih menunggu data resmi terkait jumlah korban selamat maupun korban jiwa,” jelas Cahyani.
Menurut laporan BMKG, kondisi cuaca saat kejadian tidak bersahabat. Gelombang laut mencapai 2,5 meter, yang diduga kuat memperparah situasi kapal saat mulai kemasukan air. Tim SAR gabungan dari berbagai instansi kini tengah melakukan operasi penyelamatan dan penyisiran intensif di lokasi kejadian.
Pihak Pelabuhan Gilimanuk bersama otoritas terkait berkomitmen memberikan update informasi secara berkala kepada publik. Peristiwa ini menjadi peringatan keras terhadap pentingnya pengecekan rutin kelayakan armada laut, khususnya kapal penyeberangan yang setiap harinya mengangkut ratusan nyawa melintasi Selat Bali. (Maulana)

