Wali Kota Probolinggo Sampaikan LKPJ 2025, Beasiswa Kuliah Jadi Solusi Pengangguran

Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Probolinggo (DPRD) resmi menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna yang digelar di ruang sidang utama gedung dewan setempat. Melalui forum tersebut, pemerintah kota juga memaparkan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk menyiapkan program beasiswa kuliah senilai Rp1 miliar.

Rapat paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Dwi Laksmi Syintha Kusumawardhani didampingi Wakil Ketua II DPRD Santi Wilujeng. Selain itu, rapat juga dihadiri Wali Kota Aminuddin bersama Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, lurah serta 30 anggota DPRD.

Pada awal rapat, Syintha menjelaskan bahwa DPRD telah menerima surat resmi dari Wali Kota terkait penyampaian dokumen LKPJ Tahun 2025 beserta nota penjelasannya. Selanjutnya, pimpinan DPRD membahas surat tersebut dalam rapat Badan Musyawarah untuk menentukan agenda pembahasan.

“DPRD telah menerima dokumen LKPJ Wali Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2025. Selanjutnya, materi ini akan kami bahas melalui rapat-rapat komisi serta Panitia Khusus DPRD,” ujar Syintha.

Dengan demikian, proses evaluasi terhadap pelaksanaan pemerintahan daerah sepanjang tahun 2025 akan dilakukan secara bertahap oleh DPRD melalui mekanisme pembahasan internal.

Sementara itu, dalam nota penjelasannya, Wali Kota Aminuddin memaparkan berbagai capaian serta tantangan pembangunan daerah selama 2025. Ia menjelaskan mulai dari kondisi demografi hingga pengelolaan keuangan daerah yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Selain itu, Aminuddin berharap DPRD dapat memberikan masukan konstruktif setelah mempelajari laporan tersebut. Menurutnya, kritik dan saran dari legislatif sangat penting untuk memperbaiki kinerja pemerintah kota pada tahun-tahun berikutnya.

“Kami berharap DPRD dapat memberikan masukan positif setelah mempelajari laporan ini, sehingga kinerja Pemerintah Kota Probolinggo bisa semakin baik pada 2026,” katanya.

Di sisi lain, Aminuddin juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi daerah, khususnya terkait tingkat pengangguran terbuka yang belum sepenuhnya teratasi. Oleh karena itu, pemerintah kota mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Pertama, pemerintah akan memperbanyak program pelatihan keterampilan bagi masyarakat agar lebih siap memasuki dunia kerja. Kedua, pemerintah juga mendorong terciptanya peluang kerja baru melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi.

Tidak hanya itu, Pemkot juga menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk program beasiswa kuliah bagi masyarakat kurang mampu. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Kota Probolinggo.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah kota berharap pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi persaingan kerja di masa depan.

BERITAPENDIDIKAN & KESEHATANPOLITIK & PEMERINTAHANPROBOLINGGO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *