Pemkot dan DPRD Probolinggo Ajak 50 Ormas Perkuat Kolaborasi Bangun Kota Bersih dan Berdaya Saing

Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Pemerintah Kota Probolinggo bersama DPRD Kota Probolinggo mengajak puluhan organisasi kemasyarakatan (ormas) memperkuat kolaborasi pembangunan daerah. Ajakan tersebut disampaikan dalam dialog interaktif yang melibatkan sekitar 50 ormas di aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Probolinggo.Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Aminuddin dan dihadiri Ketua DPRD Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani, para kepala perangkat daerah, serta perwakilan berbagai organisasi masyarakat di Kota Probolinggo.Ketua DPRD Syntha menegaskan bahwa forum tersebut menjadi ruang komunikasi terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Melalui dialog ini, berbagai elemen dapat menyampaikan gagasan sekaligus memperkuat sinergi dalam pembangunan daerah.Menurutnya, kolaborasi dibutuhkan di banyak sektor. Mulai dari program kebersihan lingkungan hingga penguatan ekonomi lokal.“Karena itu, forum seperti ini penting agar pemerintah, DPRD, dan masyarakat dapat berjalan bersama dalam mewujudkan pembangunan kota,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).Sementara itu, Wali Kota Aminuddin menyampaikan apresiasi atas capaian Kota Probolinggo yang berhasil meraih penghargaan menuju kategori kota bersih. Ia menyebut capaian tersebut sejalan dengan program prioritas pemerintah kota yang dirangkum dalam akronim BERSOLEK.Program tersebut dirancang untuk menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.Selain itu, Aminuddin menegaskan bahwa pengendalian sampah plastik menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Oleh karena itu, Pemkot mendorong pembatasan penggunaan plastik sekali pakai serta memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.Menurutnya, menjaga kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh warga.Di sisi lain, pemerintah kota juga memaparkan strategi penguatan identitas daerah melalui branding “A City of Terrace” atau Kota Teras Bromo. Konsep ini menempatkan Kota Probolinggo sebagai pintu gerbang strategis menuju kawasan wisata Gunung Bromo.Dengan branding tersebut, pemerintah berharap minat investasi serta kunjungan wisatawan dapat meningkat. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi lokal juga diproyeksikan ikut terdorong.Selain memaparkan program pembangunan, pemerintah juga menyampaikan sejumlah perkembangan ekonomi daerah. Salah satunya, angka kemiskinan di Kota Probolinggo yang tercatat turun sekitar 0,69 persen dalam periode terakhir.Tak hanya itu, pemerintah juga mencatat tren positif pada pertumbuhan kredit usaha berdasarkan data otoritas keuangan. Bahkan, Pemkot saat ini tengah menyiapkan pengembangan komoditas baru, yaitu budidaya burung puyuh yang dinilai memiliki siklus produksi cepat dan berpotensi menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat.Sementara itu, dalam sesi diskusi, sejumlah perwakilan ormas turut menyampaikan berbagai masukan. Mereka mendorong adanya program nyata untuk meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.Beberapa ide yang muncul antara lain lomba kebersihan antar-kampung hingga program edukasi lingkungan yang dilakukan secara berkelanjutan.Menanggapi hal tersebut, pemerintah kota menyatakan siap membuka ruang kolaborasi melalui pendekatan pentahelix, yaitu melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.Melalui dialog ini, Pemkot dan DPRD berharap komunikasi dengan masyarakat semakin kuat. Dengan demikian, berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif sekaligus mampu mewujudkan Kota Probolinggo yang bersih, inklusif, dan memiliki daya saing yang tinggi.

BERITADAERAHPOLITIK & PEMERINTAHANPROBOLINGGO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *