Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Bersitegang Saat Penertiban PKL
Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Probolinggo dan Satpol PP Kabupaten Probolinggo sempat terlibat ketegangan saat melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-alun Kota Probolinggo, Minggu pagi (1/2/2026). Peristiwa tersebut akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi, disertai saling meminta maaf dari kedua belah pihak.
Ketegangan bermula ketika sejumlah anggota Satpol PP Kota Probolinggo hendak menertibkan PKL yang berjualan di trotoar depan Kantor Dinas Sosial serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo. Saat petugas memberikan imbauan kepada seorang pedagang es, salah satu anggota Satpol PP Kabupaten Probolinggo yang berada di lokasi diduga menghalangi tindakan tersebut.
Situasi itu kemudian memicu adu mulut antara anggota Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo di lokasi kejadian. Meski sempat memanas, kejadian tersebut tidak berlangsung lama dan segera ditangani oleh masing-masing pimpinan.
Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan bertepatan dengan gelaran Pasar Minggu. Petugas menemukan adanya PKL yang berjualan di trotoar Jalan Ahmad Yani, yang berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tidak diperbolehkan untuk aktivitas berdagang.
“Pedagang kami minta untuk menggeser lapaknya ke Jalan Suroyo. Diduga yang bersangkutan belum memahami aturan tersebut sehingga terjadi kesalahpahaman dan cekcok. Namun, setelah itu langsung kami selesaikan melalui mediasi,” ujar Angga.
Pasca kejadian, kedua pihak sepakat berdamai dan saling meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Aktivitas penertiban pun kembali berjalan kondusif.
Sementara itu, Kepala Satpol PP, Linmas, dan Damkar Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, mengaku prihatin dan menyesalkan terjadinya insiden tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada Satpol PP Kota Probolinggo atas tindakan anggotanya di lapangan.
“Kami sudah meminta maaf, dan anggota yang bersangkutan juga telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Ke depan, kami akan melakukan pembinaan serta mencarikan lokasi yang sesuai agar para pedagang tetap bisa berjualan tanpa melanggar aturan,” kata Taufik.

