Ngater Kajien Tradisi Warga Pulau Gili Ketapang Mengantar Calon Jamaah Haji ke Tanah Suci

Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Sebanyak 1.204 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Probolinggo resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Surabaya pada Selasa (21/04/2026). Namun, sebelum menuju titik keberangkatan, suasana haru sekaligus meriah terlebih dahulu terasa melalui tradisi khas “Ngater Kajien”.

Tradisi turun-temurun warga Pulau Gili Ketapang ini kembali digelar dengan penuh semangat. Puluhan kapal hias berwarna-warni mengantar para calon jemaah dari pulau menuju Pelabuhan Tanjung Tembaga.

Menariknya, setiap kapal tidak hanya membawa satu calon jemaah haji, tetapi juga diiringi oleh puluhan anggota keluarga dan kerabat. Bahkan, jumlah pengantar dalam satu kapal bisa mencapai 50 hingga 100 orang. Karena itu, suasana laut dipenuhi iringan doa, harapan, serta kebersamaan yang begitu kental.

Selain menjadi tradisi budaya, Ngater Kajien juga mencerminkan solidaritas sosial masyarakat Pulau Gili. Warga tidak sekadar mengantar, melainkan juga memanjatkan doa agar suatu saat mereka mendapat kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah haji.

Setelah tiba di daratan, para jemaah kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi pemberangkatan di kawasan wisata religi miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending. Di lokasi ini, prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh emosi, bahkan tangis haru keluarga tak terbendung saat jemaah berpamitan.

Salah satu calon jemaah, Samroji, mengungkapkan rasa syukurnya setelah penantian panjang akhirnya terwujud. Ia mengaku bahagia bisa berangkat bersama keluarga.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur akhirnya bisa berangkat tahun ini bersama istri dan anak,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi Abdul Haq Zaini memastikan seluruh persiapan keberangkatan telah dilakukan secara optimal. Mulai dari bimbingan teknis hingga manasik haji, seluruh tahapan telah dijalankan dengan baik.

Selain itu, pihaknya juga mendoakan agar seluruh jemaah diberi kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Berdasarkan data, dari total 1.204 CJH yang terbagi dalam kloter 1 hingga 4, sebanyak 752 jemaah telah diberangkatkan pada Selasa pagi. Sementara itu, sisanya dijadwalkan berangkat pada Rabu dini hari.

Adapun rentang usia jemaah cukup beragam. Jemaah termuda tercatat berusia 15 tahun 8 bulan, sedangkan yang tertua mencapai 93 tahun. Rata-rata masa tunggu keberangkatan pun cukup panjang, yakni antara 13 hingga 15 tahun.

BERITADAERAHPOLITIK & PEMERINTAHANPROBOLINGGO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *