Penjual Tempe di Probolinggo Dibegal, Pelaku Ancam Tebas Pakai Celurit
Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Seorang wanita penjual tempe di Kota Probolinggo, Jawa Timur, nyaris menjadi korban pembegalan bersenjata celurit saat hendak berangkat berjualan ke pasar, Kamis dini hari. Korban bernama Agustin Setyaningrum, warga Kelurahan Sumbertaman, Kota Probolinggo.
Aksi pembegalan itu terekam kamera CCTV dan videonya kini beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban diduga sudah dibuntuti pelaku sejak dari kejauhan.
Peristiwa terjadi di sekitar kawasan dekat Taman Corona, tepat setelah tikungan Jalan Muria, Kota Probolinggo. Saat itu, laju motor korban tiba-tiba dipotong oleh dua pria yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor.
Kedua pelaku diketahui membawa senjata tajam jenis celurit panjang atau klewang. Salah satu pelaku kemudian berusaha merebut sepeda motor korban.
Korban sempat melakukan perlawanan dan berduel dengan pelaku demi mempertahankan kunci motornya. Namun situasi berubah mencekam ketika salah satu pelaku mengalungkan celurit ke leher korban sambil mengancam akan menebasnya.
Karena ketakutan, korban akhirnya melepaskan kendaraannya sambil berteriak histeris meminta pertolongan warga. Mendengar teriakan tersebut, para pelaku langsung kabur membawa motor korban tanpa sempat melukai korban.
Motor matik milik korban dengan nomor polisi N 5516 RD beserta dagangan tempe yang akan dijual di Pasar Baru Kota Probolinggo turut dibawa kabur pelaku.
Suami korban, Lukman, mengatakan istrinya mengalami trauma berat usai kejadian tersebut.
“Korban sempat mempertahankan motor dan kunci kendaraan, tapi pelaku mengancam menggunakan celurit di leher korban. Akhirnya motor dibawa kabur,” ujar Lukman.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke SPKT Polres Probolinggo Kota dan kini ditangani Satreskrim Polres Probolinggo Kota.
Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, membenarkan adanya laporan pembegalan tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari korban dan sejumlah saksi.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Probolinggo Kota. Kami juga sudah mengumpulkan keterangan saksi dan rekaman CCTV di lokasi kejadian,” kata Iptu Zainullah.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas pada jam rawan kejahatan, terutama ketika kondisi jalan masih sepi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian sendirian pada dini hari atau saat jalanan sepi. Jika terpaksa keluar rumah, sebaiknya melewati jalan protokol atau jalan utama,” pungkasnya.

