Getuk Goreng Bromo Merah Putih, Camilan Tradisional Rasa Modern Sambut HUT ke-80 RI

Lumajang (Tirtanetwork.com) – Siapa sangka getuk, jajanan tradisional berbahan dasar singkong, bisa tampil begitu cantik dan modern. Di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur Cafe Rumah Lama menghadirkan kreasi unik bernama Getuk Goreng Bromo Merah Putih. Sajian ini lahir sebagai persembahan spesial menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

Pemilik Cafe Rumah Lama, Muhammad Anwar Mutaqin, berani mengubah wajah getuk yang biasanya sederhana menjadi camilan istimewa dengan sentuhan kemerdekaan. Bukan hanya warna merah-putih yang memikat mata, tetapi juga tekstur dan rasa yang membuat lidah enggan berhenti mengunyah.

Proses pembuatannya masih setia pada cara tradisional. Singkong dikukus hingga empuk, lalu ditumbuk menggunakan alat kayu sampai halus. Setelah diberi bumbu khas, adonan dibentuk bulat maupun pipih, diberi sentuhan pewarna merah, kemudian digoreng hingga kecokelatan. Hasilnya Bagian luar renyah, sementara bagian dalam tetap lembut.

Yang membuatnya semakin istimewa, getuk goreng ini tidak disajikan dengan kelapa parut seperti biasanya. Sebagai gantinya, taburan gula merah manis meleleh di atasnya, memberikan perpaduan rasa gurih, manis, dan legit yang sulit dilupakan.

Dalam satu porsi, pengunjung akan mendapatkan delapan potong getuk dengan harga Rp20.000. Bisa disantap hangat-hangat di kafe dengan pemandangan sejuk Sukapura, atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh khas kaki Gunung Bromo.

Lebih dari sekadar camilan, Getuk Goreng Bromo Merah Putih menyimpan filosofi mendalam. Warna merah melambangkan semangat pantang menyerah, sedangkan warna putih menggambarkan ketulusan hati. Sebuah simbol yang pas untuk merayakan kemerdekaan Indonesia.
“Getuk Merah Putih menyimpan filosofi mendalam. Warna merah melambangkan semangat pantang menyerah, sedangkan warna putih menggambarkan ketulusan hati.” Terang Anwar.

Anwar mengaku masih ingin terus berinovasi. Dalam waktu dekat, ia berencana meluncurkan varian Getuk Crispy yang diharapkan bisa menjadi ikon kuliner khas Sukapura.

Bagi wisatawan, kelezatan getuk ini sudah terbukti. Dua pengunjung asal Bondowoso, Bintang Citra Ramadhani dan Kun Fadilatus Auliyah, menyebut pengalaman mencicipinya begitu berkesan.
“Luarnya crispy, dalamnya lembut. Rasanya enak, gurih, dan manis karena gula merahnya,” terang Bintang.

POLITIK & PEMERINTAHAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *