Melawan Saat Ditangkap, Residivis Perampokan di Probolinggo Ditembak Polisi

Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Probolinggo Kota berhasil menangkap pelaku perampokan rumah yang sempat menghebohkan warga Kelurahan Kedopok, Kota Probolinggo, Jawa Timur. Saat akan ditangkap, pelaku bernama Asmadi (50) melakukan perlawanan, sehingga polisi terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan di bagian kaki.

Aksi perampokan terjadi di rumah milik Tholib, warga Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok. Kejadian berlangsung saat dini hari, ketika korban sedang tertidur di teras rumah.

Empat orang pelaku masuk dengan mudah lantaran pintu rumah tidak dikunci. Dalam kondisi rumah yang sepi dan jauh dari pemukiman padat, kawanan perampok leluasa menggasak harta benda korban.

Tak hanya itu, sebelum kabur, pelaku juga sempat membacok Tholib hingga mengalami luka serius.

“Waktu itu saya sedang di dalam rumah. Bapak tidur di teras, tiba-tiba saya dengar teriakan minta tolong,” ujar Siti Nurkhotimah, anak korban, saat ditemui di lokasi kejadian.

Pelaku membawa kabur sebuah sepeda motor, handphone, dan barang berharga lainnya milik korban.
Tak butuh waktu lama, tim Satreskrim Polres Probolinggo Kota berhasil mengungkap kasus ini.

Salah satu pelaku, Asmadi, warga Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, berhasil ditangkap dalam operasi penangkapan yang berlangsung dramatis. Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri, membenarkan bahwa tersangka merupakan residivis kasus serupa.

Berdasarkan catatan kepolisian, Asmadi pernah terlibat perampokan rumah di Kabupaten Jember pada November 2024 dan menjadi buron sejak saat itu.

“Saat akan ditangkap, pelaku melakukan perlawanan aktif terhadap petugas. Sehingga kami harus mengambil tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan kakinya menggunakan senjata api,” tegas AKBP Rico.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya STNK motor milik korban, sebilah celurit yang digunakan untuk melukai korban, pakaian pelaku, kardus handphone curian, serta sebuah bantal yang berlumuran darah.

Sementara itu, tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO). Polisi menduga, kawanan ini merupakan bagian dari sindikat spesialis perampokan rumah-rumah warga di wilayah pedesaan yang jauh dari pengawasan dan keramaian. (qq)

BERITALATEST NEWSPROBOLINGGO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *