Wali Kota Probolinggo Salurkan 342 Ton Beras untuk 17.132 KPM, Pastikan Tidak Ada Beras Oplosan
Probolinggo (Tirtanetwork.com) – Pemerintah Kota Probolinggo kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada 17.132 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga 5. Program ini secara resmi diluncurkan Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, didampingi Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, pada Selasa (22/7/2025), di Komplek Pergudangan Bulog Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran.
Sebanyak 342.640 kilogram beras medium disiapkan untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025. Setiap keluarga menerima masing-masing 20 kilogram beras.
Program ini merupakan implementasi dari strategi nasional Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah tantangan ekonomi.
“Beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Gangguan terhadap ketersediaan bahan pangan bisa berdampak serius terhadap pasokan dan harga. Karena itu, program ini sangat penting untuk menghindari kerawanan pangan dan menjaga daya beli masyarakat,” jelas Wali Kota Aminuddin.
Dalam sambutannya, Wali Kota juga menyinggung maraknya isu beras oplosan dan praktik permainan harga di pasaran. Ia menegaskan bahwa Pemkot bersama Forkopimda secara rutin menggelar rapat koordinasi dan operasi pasar guna memastikan keamanan distribusi pangan di wilayahnya.
“Kami ingin Kota Probolinggo aman dari praktik-praktik seperti itu. Pemerintah terus berkoordinasi dengan Bulog, Pemprov Jatim, dan aparat penegak hukum untuk memantau peredaran beras dan stabilitas harga,” tegasnya.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Probolinggo telah memastikan bahwa beras yang disalurkan memiliki kualitas baik. Tingkat butir pecah hanya sekitar 15 persen—jauh di bawah ambang batas maksimal 25 persen untuk kategori beras medium.
Bantuan ini disambut baik oleh masyarakat. Siti Maimunah, warga Kelurahan Sukoharjo yang menjadi salah satu penerima manfaat, mengaku sangat terbantu.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami di tengah mahalnya harga kebutuhan pokok,” ucapnya penuh syukur.
Kepala Bulog Subdivre VIII Probolinggo, Kuswadi, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh program distribusi dan stabilisasi harga melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Saat ini, stok beras di tiga gudang utama Bulog mencapai 12.000 ton.
“Stok kami sangat mencukupi, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga tahun ke depan. Ini komitmen kami dalam menjaga ketersediaan beras dan harga yang terjangkau bagi masyarakat,” ujar Kuswadi.
Selain itu, Bulog juga menyerap 91,76 ton gabah dari petani lokal untuk memperkuat cadangan nasional sekaligus mendukung harga di tingkat produsen. Melalui kerja sama dengan Koperasi Merah Putih, Bulog siap menyalurkan tambahan 2 ton beras di setiap kelurahan sebagai bentuk perluasan distribusi.
Kegiatan peluncuran bantuan pangan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Probolinggo, para kepala perangkat daerah terkait, camat, hingga lurah di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.
Langkah strategis ini menjadi bukti konkret komitmen Pemkot Probolinggo dalam menjaga ketahanan pangan warganya, terutama di masa sulit akibat tekanan harga kebutuhan pokok. (qq)

